22/18 Tidakkah engkau lihat, bahwa Allah, bersujud untuk-NYA siapa yang di Samawat dan siapa yang di Bumi dan Matahari dan Bulan-Bulan, dan bintang-bintang dan gunung-gunung dan pohon-pohon dan dabbah-dabbah, dan kebanyakan dari manusia? Dan kebanyakan hak (logis/benar) atasnya siksaan. Dan siapa yang dihinakan Allah, maka tiada baginya yang memuliakan. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang DIA kehendaki. (3/83, 16/49, 42/29, 14/4, 17/44, 13/13, 5/105).
(sujud = ketaatan atau kepatuhan)
(bumi, bulan semuanya patuh dan taat)
Konsep Alam Semesta :
24/35 Kepunyaan Allah Nuur (cahaya) Samawat dan Bumi. Perumpamaan cahayanya seperti ruangan, di dalamnya ada pelita, pelita itu di dalam kaca. Kaca itu seolah-olah kaukab (planet-planet) yang beriringan, dinyalakan dari pertumbuhan (syajarah) yang di-berkati, ber-atmosfer tidak di timur dan tidak pula di barat (tetapi di sekelilingnya = melingkupi). Hampir saja atmosfernya itu menyala, walaupun tidak disentuh api (cahaya Samawat dan Bumi itu berarti memantulkan dari pelita/Matahari). Cahaya di atas cahaya (alam semesta itu terdiri dari susunan Solar System yang semuanya bercahaya). Allah menunjuki Cahaya-NYA (berupa alam semesta itu) siapa yang DIA kehendaki. Dan Allah mencontohkan permisalan itu untuk manusia, dan Allah Maha Mengetahui atas tiap sesuatu. (10/5, 16/12, 16/79, 67/19, 86/1, 86/2, 86/3, 37/1).
(1. Allah pemberi cahaya kepada samawat dan bumi, artinya samawat dan bumi semuanya bercahaya)
(2. Perumpamaan cahayaNya seperti ruangan ==> jadi Alam Semesta adalah ruangan )
(Samawat 65/12 = semisal dengan Bumi, rotasi dan revolusi)
(3. Didalam ruangan ada pelita ==> satu solar system di dalamnya ada matahari sebagai pelita)
(4 Pelita itu adadi dalam "kaca ")
(5 Yang menjadi kaca itu seolah-olah Planet-Planet yang beriringan )
(6 Dinyalakan dari pertumbuhan yang diberkahi ==> Planet-planet itu bercahaya bukan atas dirinnya)
(7. Berminyak /mengkilap ====> Planet-planet itu ada Atmosfer yang memantulkan cahaya)
(8. Tidak di timur dan tidak di barat ===> Tetapi Atmosfer tersebut melingkupi Planet-Planet)
(9. Hampir saja yang mengkilap tadi menyala meskipun tidak disentuh oleh api ===> artinya cahaya dari Planet-Planet tersebut adalah cahaya pantulan dari Pelita )
(10. Cahaya "di atas" cahaya ==> ke atas lawan katanya ke bawah 101/9, menuju pusat jatuh; jadi Cahaya di atas Cahaya berlapis-lapis dan sangat luas)
2/255 Allah, tiada Tuhan selain DIA yang hidup yang membangun (berdiri). Tiada padanya mengantuk dan tidak tidur. Bagi-NYA apa yang di Samawat dan apa yang di Bumi. Siapakah yang sempat menolong pada-NYA kecuali dengan ijin-NYA? DIA mengetahui apa yang hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak menguasai sesuatu dari ilmu-NYA kecuali yang DIA kehendaki. Sangat luas wilayah kekuasaan-NYA Samawat dan Bumi. Tidaklah memberatkan-NYA untuk menjaga keduanya (Samawat dan Bumi) dan DIA Maha tinggi lagi Maha besar. (4/139, 6/79, 13/12, 20/6, 57/3, 57/22, 65/12).
(Alam Semesta itu sangat luas, Ada miyaran galaksi, satu galaksi 400 bilyun bintang, satu bintang satu tata surya)
(Semua itu wilayah kekuasaan Allah, cahaya di atas cahaya, bintang di atas bintang semuanya bersujud atau taat, patuh pada ketentuanNya)
13/15 Dan bagi Allah bersujud orang-orang di Samawat dan Bumi secara patuh dan terpaksa, dan juga dzillal (bayang-bayang = planet-planet) mereka waktu pagi dan petang (sesuai orbitnya masing-masing). (3/83, 13/3, 16/49, 42/29, 22/18, 65/12).
51/58 Sesungguhnya Allah, DIA pemberi rizki, pemilik kekuatan memutar (seluruh alam semesta ini senantiasa berputar) (29/62, 39/52, 7/183, 68/45, 21/104).