Minggu, 03 Mei 2026

Kesadaran pada Alam Semesta

22/18 Tidakkah engkau lihat, bahwa Allah, bersujud untuk-NYA siapa yang di Samawat dan siapa yang di Bumi dan Matahari dan Bulan-Bulan, dan bintang-bintang dan gunung-gunung dan pohon-pohon dan dabbah-dabbah, dan kebanyakan dari manusia? Dan kebanyakan hak (logis/benar) atasnya siksaan. Dan siapa yang dihinakan Allah, maka tiada baginya yang memuliakan. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang DIA kehendaki. (3/83, 16/49, 42/29, 14/4, 17/44, 13/13, 5/105). 

(sujud  = ketaatan atau kepatuhan)

(bumi, bulan semuanya patuh dan taat) 

Konsep Alam Semesta : 

24/35 Kepunyaan Allah Nuur (cahaya) Samawat dan Bumi. Perumpamaan cahayanya seperti ruangan, di dalamnya ada pelita, pelita itu di dalam kaca. Kaca itu seolah-olah kaukab (planet-planet) yang beriringan, dinyalakan dari pertumbuhan (syajarah) yang di-berkati, ber-atmosfer tidak di timur dan tidak pula di barat (tetapi di sekelilingnya = melingkupi). Hampir saja atmosfernya itu menyala, walaupun tidak disentuh api (cahaya Samawat dan Bumi itu berarti memantulkan dari pelita/Matahari). Cahaya di atas cahaya (alam semesta itu terdiri dari susunan Solar System yang semuanya bercahaya). Allah menunjuki Cahaya-NYA (berupa alam semesta itu) siapa yang DIA kehendaki. Dan Allah mencontohkan permisalan itu untuk manusia, dan Allah Maha Mengetahui atas tiap sesuatu. (10/5, 16/12, 16/79, 67/19, 86/1, 86/2, 86/3, 37/1).

(1. Allah pemberi cahaya kepada samawat dan bumi, artinya samawat dan bumi semuanya bercahaya)

(2. Perumpamaan cahayaNya seperti ruangan ==> jadi Alam Semesta adalah  ruangan )

(Samawat 65/12 = semisal dengan Bumi, rotasi dan revolusi) 

 (3. Didalam ruangan ada pelita ==>  satu solar system di dalamnya ada matahari sebagai pelita)

(4 Pelita itu ada di dalam "kaca ")

(5 Yang menjadi kaca itu seolah-olah Planet-Planet yang beriringan  )

(6 Dinyalakan dari pertumbuhan yang diberkahi ==> Planet-planet itu bercahaya bukan atas dirinnya)

(7. Berminyak  atau mengkilap ====>  Planet-planet itu ada Atmosfer yang memantulkan cahaya)

(8. Tidak di timur dan tidak di barat ===> Tetapi Atmosfer tersebut melingkupi Planet-Planet)

(9. Hampir saja yang mengkilap tadi menyala meskipun tidak disentuh oleh api ===> artinya cahaya dari Planet-Planet tersebut adalah cahaya pantulan dari Pelita )

 (10. Cahaya "di atas" cahaya ==>  ke atas lawan katanya ke bawah 101/9, menuju pusat jatuh; jadi Cahaya di atas Cahaya berlapis-lapis dan sangat luas)

2/255  Allah, tiada Tuhan selain DIA yang hidup yang membangun (berdiri). Tiada padanya mengantuk dan tidak tidur. Bagi-NYA apa yang di Samawat dan apa yang di Bumi. Siapakah yang sempat menolong pada-NYA kecuali dengan ijin-NYA? DIA mengetahui apa yang hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak menguasai sesuatu dari ilmu-NYA kecuali yang DIA kehendaki. Sangat luas wilayah kekuasaan-NYA Samawat dan Bumi. Tidaklah memberatkan-NYA untuk menjaga keduanya (Samawat dan Bumi) dan DIA Maha tinggi lagi Maha besar. (4/139, 6/79, 13/12, 20/6, 57/3, 57/22, 65/12).

(Alam  Semesta itu sangat luas,  Ada miyaran galaksi,  satu galaksi 400 bilyun bintang, satu bintang satu tata surya)

(Semua itu wilayah kekuasaan Allah, cahaya di atas cahaya,  bintang di atas bintang semuanya bersujud atau taat, patuh pada ketentuanNya)  

  Gambar Alam Semesta milik Wiki Pedia

13/15 Dan bagi Allah bersujud orang-orang di Samawat dan Bumi secara patuh dan terpaksa, dan juga dzillal (bayang-bayang = planet-planet) mereka waktu pagi dan petang (sesuai orbitnya masing-masing). (3/83, 13/3, 16/49, 42/29, 22/18, 65/12).

51/58 Sesungguhnya Allah, DIA pemberi rizki, pemilik kekuatan memutar (seluruh alam semesta ini senantiasa berputar) (29/62, 39/52, 7/183, 68/45, 21/104).

------------------------- 

18/27  Dan analisakan (tilawahkan) apa yang diwahyukan kepadamu dari Kitab Tuhanmu. Tidak ada perubahan bagi Kalimat-NYA, dan tidak akan kamu dapati penguasa selain DIA (Allah). (20/6, 10/82, 34/43, 57/2, 30/40, 67/2).

31/27  Walau apapun yang di Bumi dari pertumbuhan dijadikan pena, dan lautan diperganda dia sesudahnya tujuh lautan, tidaklah akan habis Kalimat Allah (ditulisnya). Sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Bijaksana. (18/109, 20/112, 65/12, 17/85, 42/12).

18/109  Katakanlah: "Kalau lautan itu jadi tinta untuk (menulis) Kalimat Tuhanku, akan habislah (air) laut itu sebelum habis Kalimat Tuhanku, walaupun Kami datangkan dengan persamaan berganda". (6/115, 31/27, 16/89, 20/6, 2/255, 6/103, 16/74).

 (kapasitas ilmu dan kekuatan Allah tidak ada batasan)

Senin, 27 April 2026

Jin Mengatakan bahwa Al-Quran Menakjubkan

72/1  Katakanlah: "Telah diwahyukan kepadaku, bahwa sepasukan (serombongan) dari jin telah mendengar, lalu mereka berkata: "Kami telah mendengar AlQur’an yang menakjubkan”. (10/2, 7/63, 7/204, 46/29, 46/30).

46/29  Dan ketika Kami putarkan (hadapkan) kepadamu serombongan dari jin untuk mendengarkan AlQur’an, maka ketika menghadirinya, mereka berkata: "Perhatikanlah”, Maka setelah terlaksana mereka berpaling kepada kaum mereka memberi peringatan. (7/204, 72/1, 72/2, 72/11, 72/14, 6/130).

46/30  Mereka berkata: ”Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan Kitab yang diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan dengan apa yang sebelumnya, menunjuki kepada yang hak (logis/benar) dan kepada jalan yang kokoh. (28/43, 3/3, 3/4, 5/46, 5/68, 2/147, 3/60).

2/185  Pada bulan Romadhon adalah diturunkan padanya Al qur’an, petunjuk untuk manusia dan keterangan atas petunjuk itu dan furqon (pembeda). Maka siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu (dengan perhitungan) maka hendaklah mempuasakannya. Dan siapa yang sakit atau atas beban, maka hitungannya hari yang lain. Allah menginginkan kemudahan padamu, tidak menginginkan kesulitan padamu, dan agar kamu menyempurnakan hitungan itu serta membesarkan Allah atas apa yang DIA tunjukkan padamu dan agar kamu mensyukuri. (2/184, 3/7, 10/5, 36/37, 36/38, 36/39, 36/40, 94/5). 

(padahal Al Quran adalah petunjuk untuk Manusia) 

Sabtu, 31 Januari 2026

Balasan Provokasi Dunia dan Ketakutan adalah Petunjuk Al-Quran Yang Dikhususkan

7/116  Dia (Musa) berkata: "Lemparkanlah”. Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihiri mata manusia dan menakutkan, mereka mendatangkan sihir yang besar”. (26/43, 26/44, 20/66).

7/117  Dan Kami wahyukan kepada Musa: ”Lemparkanlah Tongkatmu”, maka ketika itu dia menelan semua yang mereka tipukan”. (20/67, 20/68, 20/69, 26/45).

(tongkat Nabi Musa adalah lambang petunjuk sebagaimana Al-Quran,  ketika dilemparkan atau dilaksanakan ketakutan akan dilenyapkan)

7/118  Lalu berlakulah yang hak (logis/benar) dan batal-lah apa yang mereka kerjakan. (20/69, 26/46, 26/47).